Penyebab keracunan MBG sering terkait dengan pengelolaan ruangan dapur MBG yang tidak tepat. Risiko muncul ketika makanan terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau zat berbahaya lainnya.
Proses pengolahan yang kurang higienis dan kebersihan dapur yang rendah dapat memperparah masalah ini. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan standar operasional dapur menjadi langkah utama untuk mencegah keracunan.
7 Faktor Penyebab Keracunan MBG dan Tips Efektif Mencegahnya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu anak-anak mendapatkan makanan sehat setiap hari, namun risiko keracunan tetap ada jika dapur dan proses pengolahan tidak dikelola dengan benar.
Memahami faktor penyebab keracunan MBG penting agar sekolah dan lembaga bisa menerapkan langkah pencegahan yang tepat dan memastikan makanan selalu aman dikonsumsi.
1. Peralatan Masak yang Bersih dan Higienis
Salah satu penyebab utama keracunan MBG adalah peralatan yang tidak bersih. Talenan, panci, dan wadah penyimpanan yang kotor dapat menjadi sarang bakteri.
Untuk mengurangi risiko ini, sekolah atau lembaga MBG bisa memanfaatkan layanan jual alat dapur MBG, sehingga peralatan selalu standar, higienis, dan aman digunakan.
2. Penyimpanan Bahan Makanan yang Tepat
Penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai juga meningkatkan risiko keracunan. Makanan mentah dan matang yang disimpan bersama bisa memicu pertumbuhan bakteri.
Bahan yang dibiarkan terlalu lama di luar kulkas juga berisiko rusak. Area penyimpanan kering dan lemari pendingin harus selalu diawasi untuk menjaga kualitas bahan dan memastikan makanan tetap aman.
4. Pengolahan Makanan yang Higienis
Pengolahan makanan yang tidak higienis menjadi faktor penting penyebab keracunan. Petugas dapur yang tidak mencuci tangan sebelum memasak dapat memindahkan bakteri ke makanan.
Peralatan kotor yang digunakan juga meningkatkan risiko kontaminasi. Pelatihan rutin mengenai standar kebersihan dan SOP memasak sangat penting agar proses pengolahan makanan tetap aman.
5. Pencegahan Kontaminasi Silang
Kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang juga sering terjadi. Misalnya, sayuran yang dicuci menggunakan air yang sama dengan daging mentah bisa tercemar bakteri.
Talenan yang digunakan bergantian tanpa dicuci juga meningkatkan risiko kontaminasi. Membagi zona dapur menjadi area persiapan, memasak, dan pencucian dapat mengurangi risiko dan membuat alur kerja lebih aman.
6. Pentingnya Kualitas Air yang Digunakan
Kualitas air yang digunakan untuk mencuci bahan atau memasak sangat menentukan keamanan makanan. Air yang tercemar bakteri atau logam berat dapat meningkatkan risiko keracunan.
Untuk itu, penggunaan air bersih yang memenuhi standar kesehatan menjadi sangat penting. Dapur MBG harus memiliki sistem air yang aman dan terstandarisasi agar makanan tetap higienis.
7. Alat Masak yang Standar dan Aman
Alat masak yang rusak atau tidak sesuai standar juga bisa menjadi sumber keracunan. Wajan yang terkelupas atau wadah plastik non-food grade berisiko mencemari makanan.
Untuk mencegah hal ini, penggunaan peralatan yang aman dan higienis sangat penting. Memanfaatkan layanan jual alat dapur MBG memastikan peralatan siap digunakan baik di dapur MBG maupun untuk kegiatan luar ruangan.
Kesimpulan
Keracunan MBG dapat muncul akibat kebersihan dapur yang kurang, penyimpanan bahan yang tidak tepat, pengolahan makanan tidak higienis, kualitas air buruk, dan alat masak yang tidak standar. Pencegahan yang tepat meliputi penerapan SOP kebersihan secara konsisten dan pengawasan zona dapur.
Penggunaan alat standar dan pelatihan rutin bagi petugas juga sangat penting. Dengan langkah-langkah ini, ruangan dapur MBG tetap bersih, aman, dan efisien sehingga makanan bergizi dapat disajikan dengan aman setiap hari.
