macam macam bawang putih
Uncategorized

Macam-Macam Bawang Putih Lengkap dengan Penjelasannya

Bawang putih adalah salah satu bahan dapur yang memiliki banyak manfaat, baik sebagai bumbu masakan maupun sebagai obat herbal. Terdapat beberapa macam bawang putih yang sering digunakan di berbagai belahan dunia.

Penjelasan macam macam bawang putih1. Bawang Putih Biasa (Allium sativum)

Pertama, jenis bawang putih yang paling umum dikenal adalah bawang putih biasa. Bawang ini memiliki kulit yang tipis berwarna putih atau keunguan, dan terdiri dari beberapa siung yang disusun dalam satu umbi. Karakteristik Umbi yang terdiri dari beberapa siung kecil. Penggunaan Digunakan secara luas dalam masakan sehari-hari, seperti tumisan, sup, dan saus. Selain itu, bawang putih biasa sering digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai resep bumbu masakan.

2. Bawang Putih Tunggal (Single Clove Garlic)

Selanjutnya, ada bawang putih tunggal yang dikenal juga sebagai bawang lanang di Indonesia. Berbeda dengan bawang putih biasa, bawang putih tunggal hanya memiliki satu siung besar dalam satu umbi. Karakteristik umbi yang terdiri dari satu siung besar. Penggunaan dikenal memiliki khasiat kesehatan yang lebih tinggi, bawang putih tunggal sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Dapat dimakan mentah atau diolah menjadi suplemen herbal.

3. Bawang Putih Hitam (Black Garlic)

Berikutnya, bawang putih hitam merupakan hasil dari fermentasi bawang putih biasa. Proses fermentasi ini mengubah warna, rasa, dan tekstur bawang putih, menjadikannya hitam, manis, dan kenyal. Karakteristik umbi yang berubah menjadi hitam dan memiliki rasa manis serta tekstur kenyal. Penggunaan digunakan sebagai tambahan dalam masakan gourmet, serta dikenal memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan imunitas dan mengurangi risiko penyakit jantung.

4. Bawang Putih China

Kemudian, ada bawang putih China yang dikenal memiliki ukuran umbi lebih besar dengan jumlah siung yang lebih sedikit dibandingkan bawang putih local. Karakteristik umbi lebih besar dengan siung yang lebih sedikit dan kulit yang lebih tebal. Penggunaan bawang putih jenis ini sering digunakan dalam masakan karena ukurannya yang besar, memudahkan dalam proses pengupasan dan pemotongan.

5. Bawang Putih Lokal

Bawang putih lokal mengacu pada bawang putih yang ditanam dan dibudidayakan di Indonesia. Jenis ini biasanya lebih kecil dibandingkan bawang putih China, namun memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat. Karakteristik umbi lebih kecil dengan aroma dan rasa yang lebih kuat. Penggunaan sering digunakan dalam masakan tradisional Indonesia, karena memberikan aroma dan rasa yang khas pada masakan.

6. Bawang Putih Softneck (Softneck Garlic)

Bawang putih softneck adalah jenis yang paling sering ditemukan di pasar-pasar karena mudah ditanam dan memiliki umur simpan yang panjang. Bawang putih jenis ini memiliki batang yang lunak dan fleksibel, sehingga mudah dikepang menjadi untaian bawang.

Umbi dengan banyak siung kecil yang disusun dalam beberapa lapisan. Penggunaan ideal untuk digunakan dalam berbagai jenis masakan, termasuk dipanggang, ditumis, atau dijadikan acar. Karena umur simpannya yang lama, bawang putih softneck sering dipilih untuk keperluan penyimpanan jangka panjang.

7. Bawang Putih Hardneck (Hardneck Garlic)

Sebaliknya, bawang putih hardneck memiliki batang yang keras dan kaku. Jenis ini umumnya tumbuh di daerah dengan musim dingin yang lebih panjang dan menghasilkan umbi dengan rasa yang lebih pedas dibandingkan softneck.

Karakteristik umbi dengan lebih sedikit siung yang lebih besar, disusun dalam satu lapisan mengelilingi batang keras. Penggunaan selain digunakan dalam masakan, bawang putih hardneck sering digunakan untuk produksi bawang putih segar karena rasanya yang lebih kuat dan aromanya yang lebih tajam.

8. Bawang Putih Elefant (Elephant Garlic)

Walaupun sering dianggap sebagai jenis bawang putih, bawang putih elefant sebenarnya lebih dekat dengan bawang perai (leek). Bawang ini memiliki umbi yang sangat besar dengan rasa yang lebih lembut dibandingkan bawang putih biasa.

Karakteristik umbi besar dengan siung yang lebih besar pula, memiliki rasa yang lebih lembut dan kurang pedas. Penggunaan cocok untuk masakan yang membutuhkan rasa bawang putih yang tidak terlalu kuat. Karena ukurannya yang besar, bawang ini sering dipanggang utuh atau diiris tebal untuk dijadikan topping.

Manfaat Bawang Putih

Bawang putih telah lama dikenal tidak hanya sebagai bumbu dapur yang memberikan cita rasa khas pada masakan, tetapi juga sebagai obat herbal yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Berikut ini adalah sebagian manfaat penting dari bawang putih:

1. Meningkatkan Sistem Imun

Bawang putih dikenal dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Kandungan allicin dalam bawang putih memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan infeksi. Mengonsumsi bawang putih secara rutin dipercaya dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit, seperti flu dan infeksi lainnya.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Beberapa penelitian menggambarkan bahwa bawang putih bisa membantu menurunkan tekanan darah. Komponen aktif dalam bawang putih, seperti allicin, dipercaya dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Bawang putih memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Dengan demikian, bawang putih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

4. Sifat Antioksidan

Bawang putih kaya akan antioksidan yang bis membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Antioksidan ini dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

5. Mencegah Kanker

Beberapa studi menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker, termasuk kanker perut dan kanker usus besar. Senyawa sulfur dalam bawang putih, seperti allicin dan diallyl sulfide, dipercaya memiliki sifat antikanker yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

6. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Bawang putih memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan infeksi kulit. Mengoleskan bawang putih yang telah dihaluskan ke area yang terkena jerawat dapat membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.

7. Meningkatkan Fungsi Pencernaan

Bawang putih dapat merangsang produksi enzim pencernaan dan meningkatkan penyerapan nutrisi dalam usus. Hal ini membantu memperbaiki pencernaan dan mencegah masalah pencernaan seperti kembung dan sembelit.

8. Mengontrol Gula Darah

Bawang putih dapat membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga baik untuk penderita diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah puasa.

9. Membantu Detoksifikasi Tubuh

Bawang putih mengandung senyawa sulfur yang dapat membantu tubuh mengeluarkan racun berbahaya. Konsumsi bawang putih secara rutin dapat membantu proses detoksifikasi tubuh, terutama detoksifikasi logam berat seperti timbal dan merkuri.

10. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Beberapa studi menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dengan meningkatkan kadar estrogen pada wanita, yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis.

Dengan berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan, bawang putih tidak hanya sekadar bumbu dapur, tetapi juga obat alami yang dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Mengonsumsi bawang putih dalam jumlah yang cukup secara rutin dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan sistem imun hingga mencegah berbagai penyakit kronis.

Menyimpan macam macam bawang putih

Bawang putih adalah bahan dapur yang sering digunakan dan memiliki banyak manfaat. Agar bawang putih tetap segar dan tahan lama, berikut adalah beberapa tips menyimpan macam bawang putih dengan baik:

1. Simpan di Tempat yang Kering dan Gelap

Bawang putih sebaiknya untuk disimpan di tempat yang kering dan gelap. Tempat yang lembab dapat menyebabkan bawang putih cepat busuk. Oleh karena itu, hindari menyimpan bawang putih di dekat tempat yang lembab seperti dekat wastafel atau di dalam kulkas.

2. Gunakan Wadah Terbuka

Simpan bawang putih dalam wadah yang terbuka atau keranjang dengan aliran udara yang baik. Menggunakan wadah tertutup atau plastik bisa menyebabkan bawang putih lembab dan cepat busuk.

3. Hindari Suhu yang Terlalu Panas

Jauhkan bawang putih dari paparan suhu yang terlalu panas. Suhu yang ideal untuk menyimpan bawang putih adalah suhu ruangan sekitar 15-18 derajat Celsius. Panas yang berlebihan dapat mempercepat proses pembusukan.

4. Jangan Mengupas Sebelum Disimpan

Simpan bawang putih dalam keadaan utuh dengan kulitnya. Mengupas bawang putih sebelum disimpan dapat menyebabkan bawang putih cepat kering dan kehilangan rasa.

5. Simpan dalam Kulkas untuk Waktu yang Lebih Lama

Jika ingin menyimpan bawang putih dalam waktu yang sangat lama, bawang putih dapat disimpan dalam kulkas. Namun, bawang putih yang disimpan di kulkas cenderung lebih cepat bertunas dan kehilangan teksturnya. Oleh karena itu, gunakan metode ini hanya jika diperlukan.

6. Bekukan Bawang Putih untuk Penyimpanan Jangka Panjang

Bawang putih juga dapat dibekukan untuk penyimpanan jangka panjang. Cukup kupas dan cincang bawang putih, kemudian simpan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik yang dapat ditutup rapat. Bekukan dan gunakan sesuai kebutuhan.

7. Buat Pasta Bawang Putih

Cara lain untuk menyimpan bawang putih adalah dengan membuat pasta bawang putih. Haluskan bawang putih dan tambahkan sedikit minyak zaitun, lalu simpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Pasta ini bisa digunakan langsung dalam masakan.

8. Gunakan Metode Pengawetan

Pengawetan dengan cuka atau minyak zaitun juga bisa menjadi alternatif. Bawang putih yang direndam dalam cuka atau minyak zaitun dapat bertahan lebih lama dan juga siap digunakan kapan saja dalam masakan.

Dengan mengikuti tips-tips ini, bawang putih Anda akan tetap segar dan tahan lama, siap digunakan kapan saja dalam berbagai jenis masakan. Selain itu, menjaga bawang putih dengan cara yang tepat juga memastikan bahwa semua manfaat kesehatannya tetap terjaga.

Tips penggunaan Bawang Putih untuk masakan

Bawang putih adalah bahan dasar yang hampir selalu ada di dapur, memberikan rasa dan aroma yang khas pada berbagai jenis masakan. Berikut adalah beberapa tips penggunaan bawang putih dalam masakan agar hasilnya maksimal:

1. Pilih Bawang Putih Segar

Bawang putih segar memiliki rasa yang lebih kuat dan aroma yang lebih tajam dibandingkan yang sudah lama disimpan. Pilih bawang putih dengan kulit yang masih utuh dan keras, serta tidak menunjukkan tanda-tanda kelembapan atau tumbuh tunas.

2. Kupas dengan Mudah

Untuk mengupas bawang putih dengan mudah, tekan sedikit siung bawang putih dengan sisi pisau yang datar hingga kulitnya retak. Setelah itu, kulitnya akan lebih mudah dilepaskan. Cara ini juga membantu mengeluarkan lebih banyak aroma dan rasa bawang putih.

3. Iris, Cincang, atau Hancurkan

Cara memotong bawang putih dapat mempengaruhi rasa masakan. Irisan tipis memberikan rasa yang lebih ringan, sementara bawang putih yang dihancurkan atau dicincang halus akan memberikan rasa yang lebih kuat. Gunakan cara memotong yang sesuai dengan kebutuhan resep Anda.

4. Tambahkan di Awal Proses Memasak

Untuk mendapatkan rasa bawang putih yang meresap, tambahkan bawang putih di awal proses memasak. Tumis bawang putih bersama bahan dasar lainnya seperti bawang merah atau jahe untuk membangun dasar rasa yang kuat.

5. Hindari Memasak Terlalu Lama

Meskipun menumis bawang putih adalah langkah awal yang umum dalam banyak resep, jangan memasaknya terlalu lama karena dapat menyebabkan bawang putih menjadi pahit. Tumis hingga harum dan sedikit kecokelatan saja.

6. Gunakan Bawang Putih Mentah

Dalam beberapa hidangan, bawang putih mentah dapat memberikan rasa yang lebih tajam dan segar. Misalnya, bawang putih mentah sering digunakan dalam saus salad, pesto, atau saus aioli. Pastikan untuk mencincangnya sangat halus agar tidak terlalu mendominasi rasa.

7. Panggang untuk Rasa yang Lebih Manis

Memanggang bawang putih dapat memberikan rasa yang lebih manis dan lembut. Potong bagian atas umbi bawang putih, olesi dengan sedikit minyak zaitun, bungkus dengan aluminium foil, dan panggang di oven hingga lembut. Bawang putih panggang bisa dioleskan langsung ke roti atau digunakan dalam berbagai resep.

8. Campur dengan Lemak untuk Menyebarkan Rasa

Mencampur bawang putih dengan lemak seperti minyak zaitun, mentega, atau minyak kelapa dapat membantu menyebarkan rasa bawang putih lebih merata dalam masakan. Misalnya, buat mentega bawang putih dengan mencampurkan bawang putih cincang dengan mentega lunak untuk dioleskan pada roti atau steak.

9. Tambahkan di Akhir Masakan

Untuk mendapatkan aroma bawang putih yang segar, tambahkan cincangan bawang putih di akhir proses memasak. Ini cocok untuk hidangan seperti sup atau saus yang sudah matang tetapi membutuhkan sentuhan rasa bawang putih yang segar.

10. Gunakan Bawang Putih Fermentasi

Bawang putih hitam, hasil fermentasi bawang putih biasa, dapat memberikan rasa yang unik pada masakan. Rasanya manis dan kompleks, cocok untuk menambah kedalaman pada saus, daging panggang, atau hidangan lainnya.

Kesimpulan

Berbagai macam macam bawang putih memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda. Penggunaan bawang putih dapat disesuaikan dengan kebutuhan masakan atau pengobatan. Dengan memahami perbedaan di antara macam macam bawang putih, kita dapat lebih bijak dalam memilih macam macam bawang putih yang tepat untuk keperluan kita sehari-hari. Selain itu, manfaat kesehatan dari bawang putih, baik dalam bentuk segar maupun fermentasi, tidak dapat diabaikan.

Hi, I’m Meggian Triputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *