BIaya Pakan Kambing per Hari
Uncategorized

Cara Membuat Pakan Maggot untuk Budidaya Ternak

Budidaya ternak merupakan kegiatan yang memerlukan perhatian khusus terutama dalam aspek pakan. Salah satu inovasi yang semakin populer adalah penggunaan maggot sebagai pakan ternak. Cara membuat pakan maggot juga terbilang cukup mudah untuk semua kalangan masyarakat, asalkan kamu tahu tentang maggot itu sendiri.

Bagi Sebagian awam, maggot mungkin masih terdengar asing di telinga. Namun, Ketika mendengar kata belatung mungkin sudah banyak yang tahu dan lebih familiar karena bentuknya yang menggelikan serta membuat merinding bagi sebagian orang yang melihatnya.

Maggot adalah larva yang berasal dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau dengan nama lain Hermetia Illucens yang awalnya berasal dari telur dan bermetamorfosis menjadi lalat dewasa. Warna dari tubuh maggot ini hitam dan jika dilihat sekilas mirip tawon.

Artikel ini akan membahas secara rinci cara membuat pakan maggot sebagai solusi inovatif dalam budidaya ternak.

Kenapa harus Maggot?

Sebelum masuk ke pembahasan tentang cara membuat pakan maggot, kalian harus terlebih dahulu mengetahui kenapa harus maggot dalam pakan ternak.

Dalam beternak, pakan adalah hal penting yang tidak boleh untuk dilewatkan. Kualitas dari hewan ternak dapat terlihat dari pemberian pakan yang baik. Jika ingin ternak tumbuh dengan sehat dan berkualitas, pakan ternak yang diberikan juga tentunya harus berkualitas baik juga.

Banyak sekali macam-macam pakan ternak yang memiliki kualitas yang unggul terjual di pasaran. Salah satu yang menjadi unggulan untuk pakan ternak adalah hasil budidaya maggot yang dikembangkan oleh masyarakat itu sendiri.

Maggot disini diberikan untuk beberapa hewan ternak, biasanya seperti jenis unggas maupun jenis ikan. Larva lalat BSF atau maggot adalah pakan ternak yang bernilai unggul dikarenakan kandungan nutrisi yang tinggi sehingga baik untuk ternak.

Tubuh maggot mengandung asam amino serta protein sebesar 40%. Banyak zat-zat lainnya yang terkandung dalam maggot sehingga jenis pakan ternak ini akan menjadi semakin banyak penggemarnya. Penggunaan maggot untuk pakan ternak memiliki banyak sekali keunggulan.

Pertama, maggot tidak berbau busuk dan tidak menularkan penyakit sehingga tidak akan mencemari lingkungan dengan baunya.

Kedua, maggot mudah dicerna oleh ternak karena berukuran kecil dan kandungan nutrisi yang tinggi akan membuat ternak tumbuh dengan sehat dan bobot hewan tumbuh secara alami karena nutrisi yang dikonsumsinya.

Ketiga, budidaya maggot juga tidak memerlukan perawatan yang rumit, sehingga cocok untuk pemula yang ingin mencoba beternak serangga. Apalagi, hasil panen larva lalat ini bisa diandalkan dan terjamin.

Peternakan dengan skala besar pastinya akan mengeluarkan biaya yang besar untuk pengadaan pakan ternak yang berkualitas. Dengan memanfaatkan maggot sebagai pakan ternak, biaya pengeluaran bisa ditekan sehingga dapat menambah keunggulan.

Zat dan nutrisi yang terkandung dalam maggot meliputi protein, lemak, asam amino esensial serta mineral dengan satuan, sebagai berikut ini:

Cara Membuat Pakan Maggot

Potensi Besar Budidaya MaggotCara Membuat Pakan Maggot

Sebelum memulai proses pembuatan pakan maggot, penting untuk memahami potensi besar dalam budidaya maggot. Membudidayakan maggot tidaklah terlalu rumit karena maggot dapat berkembang biak dengan sendirinya di alam, sehingga mudah untuk diperoleh.

Karena maggot dapat bertahan hidup di lingkungan tropis dan subtropis, maka potensi untuk mengembangbiakkannya di Indonesia yang memiliki iklim tropis sangatlah mudah.

Proses reproduksi larva lalat BSF dilakukan di dalam lingkungan yang steril dengan aroma fermentasi, sehingga tidak ada risiko penularan penyakit. Lalat BSF juga memiliki antibiotik alami pada tubuhnya, sehingga tidak membawa penyakit.

Berbeda ceritanya kalau dibandingkan dengan lalat hijau yang biasanya berkembang biak di tempat kotor atau berbau busuk sehingga dengan cepat membawa kuman dan bakteri. Menarik maggot pada dasarnya tidak sulit.

Seperti yang sudah disebutkan jika lalat BSF berkembang biak pada media yang berfermentasi, kita cukup menyiapkan media yang berfementasi agar lalat BSF dapat berkembang biak dengan mudah.

Baca Juga : Biaya Pakan Kambing per Hari Perlu Diperhatikan, Sehingga Menjaga
Usaha Berternak tetap Efektif

Maggot juga Mampu Mengurangi Sampah

Cara Membuat Pakan Maggot

Sampah adalah masalah serius yang sulit dikurangi, terutama di Indonesia yang merupakan penyumbang sampah terbesar keempat di dunia dengan produksi mencapai 68 juta ton setiap tahun.

Sampah tidak hanya berasal dari perkotaan, tetapi juga dari daerah pedesaan, terutama sampah organik yang sulit diatasi, terutama di lingkungan padat penduduk.

Banjir yang sering terjadi di kota besar disebabkan oleh tersumbatnya saluran pembuangan air, menambah kompleksitas permasalahan sampah di beberapa kota besar.

Beberapa teknologi, seperti pengomposan dengan metode konvensional, telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini, meskipun membutuhkan waktu yang lama.

Budidaya maggot muncul sebagai solusi tak terduga untuk mengatasi permasalahan sampah. Maggot, dengan kecepatan penguraian yang tinggi, dapat mengurai sampah organik lebih cepat dibandingkan dengan mikroba lainnya.

Maggot bukanlah serangga hama dan dapat digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengurai limbah, terutama limbah dari sektor pertanian dan perkebunan.

Sebuah ilustrasi menunjukkan bahwa satu ekor maggot dapat mengurai 25-500 mg sampah per hari, sementara 15 ribu maggot mampu mengurai sekitar 2 kg sampah dalam 24 jam.

Dengan kemampuan menghasilkan 400-800 telur, satu ekor induk lalat BSF dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam budidaya maggot.

Integrasi budidaya maggot dengan sektor pertanian dan perkebunan menjadi alternatif yang layak dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Kelebihan dan Kekurangan Maggot Bagi Ternak

Cara Membuat Pakan Maggot

Maggot BSF dianggap aman sebagai pakan ternak karena lalat BSF tidak termasuk dalam kategori lalat penyebar penyakit.

Maggot dapat diberikan sebagai pakan dengan cara mencampurkan maggot yang telah diproses atau dengan memberikan dedak fermentasi yang telah dihuni oleh maggot BSF.

Para peternak unggas tentu akan merasa gembira dengan adanya opsi pakan alternatif yang ekonomis, tetapi mereka juga tidak ingin terburu-buru dalam mengganti pakan unggas yang biasa digunakan.

Maggot juga memiliki kelebihan dan kekurangan, maka dari itu simak apa saja kekurangan dan kelebihan dari maggot BSF sebagai berikut:

Kelebihan

  • BSF memiliki sifat antimikroba yang kuat, bahkan penelitian menunjukkan bahwa BSF bisa menjadi alternatif untuk AGP (antibiotic growth promotor).
  • Dapat meningkatkan imun tubuh ternak terhadap bakteria dan jamur.
  • Lalat BSF mengandung protein yang cukup tinggi, berkisar antara 40 – 50%, dan jenis asam aminonya cukup lengkap.
  • Asam lemak pada larva BSF berantai sedang, membantu meningkatkan efisiensi pakan.

Kekurangan

  • Kandungan lemak pada larva BSF tergolong tinggi, mencapai sekitar 30%. Meskipun demikian, beberapa industri BSF telah mengolah maggot dengan metode pressing (tekan peras) untuk mengurangi
  • kandungan lemaknya, karena lemak menjadi batasan dalam penggunaan bahan baku di ransum unggas.
  • Pemberian maggot dalam bentuk segar dapat menimbulkan efek samping bagi ternak.
  • Kandungan fosfor pada larva BSF lebih rendah dibandingkan dengan tepung ikan

Peternak unggas umumnya menggunakan lebih dari satu jenis pakan, karena hingga saat ini belum ada jenis pakan tunggal yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi unggas secara lengkap.

Hal yang sama berlaku untuk penggunaan maggot BSF sebagai pakan, yang umumnya hanya digunakan untuk menggantikan salah satu jenis pakan, seperti tepung ikan atau tepung tulang.

Cara Membuat Pakan MaggotCara Membuat Pakan Maggot

Nah, setelah mengetahui pengetahuan secara umum tentang maggot, lalu bagaimana cara membuat pakan maggot? pada kesempatan ini kamu akan mendapatkan informasi terkait pembuatan maggot.

mari kita bahas cara membuat pakan maggot dengan memperhatikan bahan, peralatan, tempat yang perlu disiapkan, serta langkah-langkah cara membuat pakan maggot sebagai berikut!

Bahan-bahan yang diperlukan

  • Dedak atau bekatul sebanyak 5 kg.
  • Bisa Mengganti EM4 dengan 1 botol Yakult.
  • Gula pasir 5 sendok makan.
  • Air sebanyak 1 liter.
  • Penyedap rasa

Peralatan yang diperlukan

  • Ember (1 berukuran besar dan 1 berukuran kecil) atau bisa menggunakan baki sebagai pengganti,
  • Tali untuk mengikat.
  • Kantong plastik berwarna bening.
  • Dedaunan atau sisa makanan.
  • Persiapan tempat membuat maggot

Persiapan Tempat Membuat Maggot

Sebelum memulai produksi pakan maggot, Anda perlu menyiapkan tempat yang sesuai. Tempat ini biasanya disebut dengan istilah “maggot farm” atau peternakan maggot. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam persiapan tempat pembuatan maggot adalah:

Pemilihan Kontainer atau Wadah.

Pilih kontainer atau wadah yang sesuai untuk peternakan maggot. Drum bekas, ember plastik, atau wadah lainnya yang memiliki kedalaman cukup adalah pilihan yang baik. Pastikan wadah tersebut dapat dengan mudah diakses untuk keperluan pemeliharaan.

Media Tanam yang Tepat

Media tanam memainkan peran penting dalam perkembangan maggot. Pilihan media tanam dapat bervariasi, mulai dari sisa makanan organik hingga campuran tepung dan air.

Pastikan media tanam memiliki kelembaban yang cukup untuk mendukung reproduksi lalat hitam dan pertumbuhan larva.

Penempatan yang Tepat

Letakkan peternakan maggot di tempat yang teduh namun tetap mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Suhu yang ideal untuk perkembangan maggot biasanya berkisar antara 25-30 derajat Celsius. Kontrol faktor lingkungan ini akan berkontribusi pada keberhasilan pemeliharaan.

Cara membuat pakan maggot

  • Setelah peralatan bahan yang diperlukan sudah siap, langkah selanjutnya adalah memulai proses cara membuat pakan maggot. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti:
  • Pertama, siapkan terlebih dahulu ember kecil dan isi dengan 1 liter air. Tambahkan gula pasir dan EM4 atau yakult, lalu aduk hingga semua campuran merata.
  • Persiapkan wadah besar dan masukkan dedak atau bekatul ke dalamnya, lalu tambahkan bumbu penyedap untuk memberikan aroma yang lebih sedap dan menarik lalat BSF. Aduk hingga merata.
  • Campurkan larutan dari ember kecil ke ember besar secara perlahan sambil terus diaduk hingga merata. Pastikan campuran tersebut tidak terlalu kering ataupun terlalu basah.
  • Tuangkan campuran ke dalam plastik bening setengahnya, kemudian ikat ujungnya. Hal ini diperlukan karena dedak akan mengalami fermentasi dan mengeluarkan gas, sehingga perlu ada ruang udara di dalam plastik. Ikat ujung plastik dengan rafia, dan simpan di tempat yang sejuk selama 4-5 hari.
  • Setelah 4-5 hari, buka kantong plastik. Fermentasi dianggap berhasil jika tercium aroma fermentasi, mirip dengan aroma tape.
  • Tempat penyimpanan fermentasi dedak atau bekatul sebaiknya aman dari gangguan hewan dan bisa ditutup dengan dedaunan atau sisa makanan untuk menjaga kebersihan. Suhu optimal penyimpanan maggot berkisar antara 30-38 derajat Celsius. Jika memungkinkan, tempat penyimpanan sebaiknya mendapatkan sinar matahari untuk menjaga kehangatan kandang dan membantu proses penetasan telur. Sirkulasi udara juga harus diperhatikan.
  • Bau yang dihasilkan dari proses fermentasi akan menarik perhatian lalat BSF sehingga mereka akan hinggap dan bertelur di sekitar dedak hasil fermentasi.
  • Lalat BSF akan bertelur pada media berfermentasi selama 1-3 hari. Telur-telur ini kemudian akan menetas dan larva akan memakan makanan di dalam media fermentasi. Dalam waktu 2-3 minggu, larva akan tumbuh besar dan siap untuk dipanen. Pastikan untuk menyisakan beberapa larva untuk dijadikan bibit guna memulai siklus telur kembali. Dengan cara ini, memulai budidaya maggot menjadi lebih mudah.

Berbagai Macam Cara Membuat Pakan Maggot Menjadi Pakan

Cara Membuat Pakan Maggot

Langkah terakhir dalam cara membuat pakan maggot adalah mengolah maggot BSF menjadi bentuk pakan yang dapat dicampur dengan pakan lainnya. Beberapa metode pengolahan maggot yang umum meliputi:

Metode Cara Membuat Pakan Maggot menggunakan Pengeringan

Pengeringan adalah salah satu cara umum untuk mengawetkan maggot. Anda dapat mengekspos maggot pada sinar matahari langsung atau menggunakan mesin pengering untuk mempercepat prosesnya. Maggot yang telah dikeringkan dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk masa pakai yang lebih lama.

Metode Cara Membuat Pakan Maggot menggunakan Penggilingan

Penggilingan maggot menjadi serbuk atau butiran kecil mempermudah pencampuran dengan pakan lainnya. Maggot yang sudah diolah dengan cara ini dapat dicampur dengan pakan ternak utama.

Metode Cara Membuat Pakan Maggot menggunakan Fermentasi

Proses fermentasi dapat meningkatkan nilai nutrisi maggot. Anda dapat menambahkan bahan fermentasi seperti dedak atau ragi untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan menghasilkan pakan yang lebih berkualitas.

Tahapan atau Metamorfosis Maggot

Cara Membuat Pakan Maggot

Telur

Lalat BSF berkembang biak di lingkungan yang mengalami fermentasi. Proses perkawinan antara lalat jantan dan betina menghasilkan telur. Seekor induk maggot dapat menghasilkan antara 400 hingga 800 telur. Waktu yang dibutuhkan untuk menetas telur maggot menjadi instar adalah sekitar 4 hari.

Larva

Pada fase ini, instar belum memiliki mulut yang sempurna untuk mengonsumsi makanannya, sehingga memerlukan pakan yang bertekstur lembut. Panjang tubuhnya dapat mencapai 2,5 cm dengan lebar 0,5 cm, memiliki warna krem atau kehitam-hitaman sepanjang tubuh. Masa hidup instar berkisar antara 14 sampai 16 hari. Istilah “maggot” sering digunakan untuk menyebut instar.

Prepupa

Fase ketiga dalam perkembangan maggot adalah prepupa, yang merupakan transisi dari instar menjadi pupa. Pada fase ini, maggot cocok digunakan sebagai pakan ternak, baik untuk unggas maupun ikan.

Pupa

Pupa adalah fase akhir pertumbuhan maggot, juga disebut sebagai fase kepompong. Dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu bagi pupa untuk berubah menjadi lalat dewasa atau maggot.

Lalat BSF Dewasa

Setelah melewati fase perkembangan dari telur hingga pupa, tahap selanjutnya adalah pertumbuhan menjadi lalat BSF dewasa. Pada fase ini, lalat dewasa menghabiskan waktunya hanya untuk kawin dan bereproduksi, dan mereka tidak mencari makanan karena sumber nutrisi mereka berasal dari lemak yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya sendiri.

Kesimpulan

Budidaya ternak merupakan kegiatan yang memerlukan perhatian khusus terutama dalam aspek pakan, dan salah satu inovasi yang semakin populer adalah penggunaan maggot sebagai pakan ternak.

Maggot, yang berasal dari larva lalat Black Soldier Fly (BSF), memiliki keunggulan sebagai pakan berkualitas tinggi untuk ternak.

Kelebihan maggot melibatkan efek antimikrobial, peningkatan daya tahan tubuh ternak, dan kandungan protein serta asam amino yang tinggi. Meskipun memiliki kelebihan, maggot juga memiliki kekurangan, seperti tingginya kandungan lemak pada larva BSF.

Selain menjadi pakan berkualitas, budidaya maggot juga membawa dampak positif dalam penanganan masalah sampah. Maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat, lebih efisien daripada mikroba lainnya.

Ini menjadi solusi ramah lingkungan, terutama ketika integrasi budidaya maggot dengan sektor pertanian dan perkebunan dapat dilakukan.

Di dalam perkebunan juga, petani bahkan peternak bisa mengatasi rumput dengan mesin pencacah rumput agar memudahkan pekerjaa mengatasi rumput.

Proses budidaya maggot melibatkan tahapan atau metamorfosis dari telur hingga menjadi lalat BSF dewasa. Pembuatan pakan maggot melibatkan fermentasi dedak atau bekatul, yang dapat dilakukan dengan bahan-bahan sederhana seperti gula, air, dan EM4 atau yakult.

Dengan keunggulan nutrisi yang dimiliki maggot, serta kemudahan dalam budidayanya, penggunaan maggot sebagai pakan ternak menjadi alternatif yang menjanjikan.

Dengan memanfaatkan potensi besar budidaya maggot, tidak hanya dapat meningkatkan kualitas pakan ternak tetapi juga memberikan solusi inovatif dalam penanganan sampah organik.

 

 

Hi, I’m septiandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *