Proses pengiriman barang diawali dari permintaan pengiriman oleh pelanggan atau pengirim. Permintaan ini bisa dilakukan melalui platform digital seperti aplikasi atau situs web, maupun secara langsung di kantor jasa pengiriman. Pada tahap ini, pengirim memberikan informasi penting terkait barang yang akan dikirim.
Informasi yang disampaikan meliputi deskripsi barang (jenis, berat, dan ukuran), alamat pengirim dan penerima, jenis layanan yang dipilih seperti ekspres, reguler, atau kargo, serta instruksi khusus jika ada, misalnya barang mudah pecah atau membutuhkan penanganan khusus. Data ini menjadi dasar seluruh proses pengiriman berikutnya.
2. Proses Penjemputan Barang
Setelah permintaan pengiriman diterima, barang akan dijemput. Penjemputan bisa dilakukan oleh kurir yang datang ke lokasi pengirim atau pengirim dapat membawa barang langsung ke kantor atau drop point terdekat.
Pada tahap ini, barang diperiksa untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi fisiknya. Jika data sesuai, barang akan diberi label atau nomor resi sebagai tanda identifikasi yang akan digunakan sepanjang proses pengiriman.
3. Pencatatan dan Sortasi Barang
Setelah diterima, barang dicatat dan disortir. Pencatatan meliputi input informasi barang, nomor resi, tujuan, dan jenis layanan ke dalam sistem logistik perusahaan, sehingga setiap barang dapat dilacak dengan akurat.
Proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan barang berdasarkan rute, tujuan, atau jenis layanan. Teknologi seperti barcode dan RFID digunakan untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan akurasi, sehingga meminimalkan kesalahan selama proses.
4. Pengangkutan ke Pusat Distribusi Utama
Barang yang telah disortir kemudian dikirim ke pusat distribusi utama. Pengangkutan ini bisa menggunakan truk atau kendaraan darat untuk jarak lokal, pesawat untuk jarak jauh, atau kapal laut untuk pengiriman kargo besar.
Tahap ini membutuhkan koordinasi yang baik antara tim logistik dan transportasi agar barang tiba tepat waktu di pusat distribusi utama. Kecepatan dan keamanan pengiriman menjadi prioritas untuk menjaga kualitas layanan.
5. Proses Sortasi di Pusat Distribusi Utama
Di pusat distribusi utama, barang kembali disortir secara lebih spesifik berdasarkan wilayah tujuan akhir. Barang yang akan dikirim ke lokasi yang sama biasanya digabungkan untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan.
Pusat distribusi memainkan peran penting dalam menentukan kecepatan pengiriman, terutama untuk barang yang melewati beberapa titik transit sebelum sampai ke penerima akhir. Proses sortasi yang tepat memastikan barang sampai sesuai jadwal.
6. Pengiriman ke Tujuan Akhir
Setelah sortasi selesai, barang dikirim ke lokasi tujuan akhir. Proses ini melibatkan pengangkutan dari pusat distribusi ke alamat penerima, baik menggunakan kurir lokal maupun mitra logistik jika jarak tempuh lebih jauh.
Selama perjalanan, barang dapat dilacak secara real-time oleh pengirim maupun penerima melalui sistem pelacakan. Hal ini membantu memastikan transparansi dan kepastian barang sampai dengan aman.
7. Penyerahan Barang ke Penerima
Tahap terakhir adalah penyerahan barang kepada penerima. Kurir biasanya menghubungi penerima sebelumnya untuk memastikan barang diterima dalam kondisi baik dan sesuai pesanan.
Beberapa jasa pengiriman juga meminta tanda tangan penerima sebagai bukti penerimaan. Dokumentasi ini penting untuk menutup proses pengiriman dan sebagai referensi jika terjadi masalah di kemudian hari.
Kesimpulan
Pengiriman barang, termasuk skala industri, merupakan bagian penting dalam rantai pasok dan logistik. Proses ini mencakup permintaan, penjemputan, pencatatan, sortasi, pengangkutan, dan penyerahan ke penerima, dijalankan secara tepat dan terkoordinasi untuk memastikan barang sampai dalam kondisi baik dan sesuai jadwal.
Dengan dukungan teknologi seperti barcode, RFID, dan sistem pelacakan real-time, perusahaan dapat memastikan efisiensi dan keamanan logistik. Untuk mendukung penyimpanan dan pengiriman, Rumah Mesin juga menyediakan jual pallet plastik berkualitas yang ideal untuk kebutuhan industri.
