Seperti Cerita Film, Selama 41 tahun Pria Ini Sukses Menyamar Jadi Anak Orang Kaya

0

Merdeka.com – Merdeka.com – Pada Februari 1997, seorang remaja laki-laki di negara bagian Bihar, India, hilang saat pulang dari sekolah. Remaja bernama Kanhaiya Singh itu satu-satunya putra seorang zamindar atau tuan tanah kaya raya dan berpengaruh di distrik Nalanda.

Di hari dia hilang, dia baru saja menyelesaikan ujian hari kedua. Keluarga lalu melapor ke polisi.

Hasil pencarian nihil. Ayahnya yang telah menua itu depresi dan bertanya ke dukun. Seorang dukun mengatakan putranya masih hidup dan akan segera muncul kembali.

Pada September 1981, seorang pria berusia 20 tahunan tiba di sebuah desa, sekitar 15 kilometer dari desa di mana Kanhaiya tinggal.

Dia memakai pakaian warna safron dan mengaku bisa menyanyi dan mengemis untuk hidup. Dia mengatakan kepada warga dia “putra orang ternama” di Mugarwan, desa asal Kanhaiya.

Apa yang terjadi selanjutnya tidak jelas. Tapi rumor bahwa anaknya yang hilang telah kembali sampai di telinga Kameshwar Singh. Dia lalu memutuskan ke desa tersebut untuk melihat sendiri “anaknya”.

Beberapa tetangga yang menemani Kameshwar saat itu mengatakan remaja itu adalah memang putranya. Dia lalu membawa anak itu pulang.

“Mata saya kabur dan saya tidak bisa melihatnya dengan jelas. Jika kalian mengatakan dia putraku, saya akan menjaganya,” kata Kameshwar kepada tetangganya, menurut catatan kepolisian.

Empat hari kemudian, kabar kembalinya sang putra didengar istri Kameshwar, Ramsakhi Devi. Saat itu Ramsakhi sedang ke ibu kota Patna bersama putrinya, Vidya. Setelah mendengar kabar itu, dia bergegas pulang. Setibanya di ruma, dia menyadari itu bukan putranya.

Ramsakhi mengatakan putranya memiliki tanda di bagian kiri kepalanya yang tidak ditemukan pada “anak” barunya itu. Si anak tersebut juga tidak mengenali guru-guru di sekolah Kanhaiya. Namun suaminya yakin anak itu putra mereka yang hilang.

Beberapa hari kemudian, Ramshaki melapor ke polisi atas kasus peniruan identitas dan pria muda itu ditangkap dan dipenjara hanya sebulan sebelum mendapat jaminan.

Apa yang terjadi selama empat dekade berikutnya adalah kisah penipuan yang mengerikan di mana seorang pria berpura-pura menjadi putra tuan tanah yang hilang dan masuk ke rumahnya.

Setelah dibebaskan dengan jaminan, dia memiliki KTP baru, kuliah, lalu menikah.
Dengan KTP baru itu, dia ikut mencoblos saat pemilu, membayar pajak, mendapat lisensi senjata dan menjual 37 hektar properti Kameshwar Singh.

Dia juga menolak menyerahkan sampel DNA untuk dicocokkan dengan DNA putri Kameshwar untuk membuktikan mereka saudara kandung. Bahkan, dia juga berusaha melenyapkan identitas aslinya dengan surat kematian palsu.

Anak petani

Menurut hakim yang memutuskan pria tersebut bersalah atas kasus peniruan identitas, penipuan, dan konspirasi dan dihukum penjara tujuh tahun, nama asli pria itu adalah Dayanand Gosain dari sebuah desa di distrik Jamui, 100 kilometer dari desa Kameshwar Singh.

Dokumen resminya memiliki perbedaan tanggal lahir. Dalam catatan sekolahnya, dia lahir Januari 1966. Di KTP tercantum kelahiran Februari 1960, dan kelahiran 1965 di kartu pemilihnya. Kartu pemerintah daerah 2009 untuk mengakses jatah makanan mencantumkan usianya 45 tahun, yang berarti dia lahir pada tahun 1964.

Penyidik mengonfirmasi bahwa Gosain adalah anak bungsu seorang petani di Jamui. Dia mengamen dan mengemis, meninggalkan rumahnya pada 1981. Anggota polisi senior di Jamui, Chittaranjan Kumar mengatakan Gosain menikah cepat, tapi ditinggalkan istrinya tak lama setelah pernikahan.

“Sangat dikenal luas di desanya bahwa Gosain hidup dengan keluarga tuan tanah di Nalanda,” kata Hakim Manvendra Mishra dalam putusannya, dikutip dari BBC, Rabu (6/7).

Kameshwar Singh menikahkan Gosain setahun setelah membawanya pulang. Menurut dokumen yang disimpan keluarga, Gosain kuliah jurusan Bahasa Inggris, politik, dan filsafat di sebuah kampus di daerahnya.

Gosain memiliki dua putra dan tiga putri. Setelah Kameshwar Singh meninggal, dia mendapat warisan rumah mewah dua lantai berusia hampir 200 tahun di Mugarwan.

Putra sulung Gosain, Gautam Kumar mengatakan ayahnya mengelola 30 hektar lahan pertanian. Gautam mengatakan keluarga tidak membahas kasus tersebut dengan ayahnya.

“Dia ayah kami. Jika kakekku menerimanya sebagai putranya, siapa kami yang mempertanyakan? Bagaimana bisa Anda tidak mempercayai ayah Anda?” tanya Gautam.

“Sekarang setelah bertahun-tahun, hidup dan identitas kami dalam keadaan genting karena identitas ayah saya dicabut. Kami hidup dalam kecemasan besar.”

Di persidangan, Gosain mengatakan kepada hakim dia tidak pernah mengklaim sebagai anak tuan tanah yang hilang tersebut. Dia mengatakan Kameshwar Singh “menganggapnya sebagai putranya dan membawanya pulang”.

“Saya tidak menipu siapapun dengan meniru. Saya Kanhaiya,” ujarnya.

Dugaan konspirasi

Kameshwar Singh meninggal pada 1991. Dia seorang tuan tanah berpengaruh, memiliki sekitar 60 hektar tanah. Dia juga terpilih sebagai ketua dewan desa selama hampir 40 tahun dan keluarganya merupakan orang terpandang yang menjabat sebagai anggota parlemen dan pengacara Mahkamah Agung.

Saat masih hidup, Kameshwar yang sakit-sakitan tidak pernah hadir di persidangan dan membela Gosain.

“Saya pernah mengatakan kepada penduduk desa,” kata Kameshwar kepada polisi.

“Jika kami mendapati pria ini bukan putraku, kami akan memulangkannya.”

Kasus ini disidang selama 40 tahun oleh belasan hakim. Akhirnya, pengadilan menggelar sidang tanpa jeda selama 44 hari mulai Februari tahun ini dan menjatuhkan vonis pada awal April.

Hakim Mishra memutuskan Gosain bersalah. Putusan diperkuat pengadilan lebih tinggi dan Gosain dihukum tujuh tahun penjara.

Pengadilan meyakini ada konspirasi besar yang melibatkan beberapa orang di Mugarwan yang membantu memasukkan Gosain ke dalam keluarga Kameshwar Singh dan berpura-pura menjadi anaknya yang hilang. Namun dugaan ini belum diselidiki.

“Ada konspirasi besar yang dibuat terhadap keluarga saya (untuk merebut) properti kami, mengambil keuntungan dari kesehatan suami saya yang buruk dan penglihatan yang menurun,” kata kesaksian Ramsakhi Devi di pengadilan saat itu. Ramsakhi Devi meninggal pada 1995.

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam kisah penipuan dan pemalsuan identitas ini.

Pertanyaan yang juga penting adalah di mana Kanhaiya? Berdasarkan undang-undang India, orang yang hilang lebih dari tujuh tahun dianggap meninggal.

Mengapa polisi belum menutup kasus ini? Apakah Kanhaiya masih hidup? [pan]

Leave A Reply

Your email address will not be published.