Kehidupan Gila Collin Martin: Homoseksual, Jadi Gay Takut Dilecehkan

0

Sewcazual.com – Berikut adalah berita sports mengenai Kehidupan Gila Collin Martin: Homoseksual, Jadi Gay Takut Dilecehkan yang kami rangkum

loading…

Kehidupan gila Collin Martin pemain sepak bola gay yang berambisi membela Amerika Serikat di Piala Dunia meskipun homoseksualitas ilegal di Qatar. Ketika bintang sepak bola AS Collin Martin terang-terangan menyatakan dirinya sebagai gay pada tahun 2018, ia didukung penggemar dan rekan satu timnya.

Bintang San Diego Loyal berusia 27 tahun itu, sekarang bermain di Kejuaraan USL setelah menjalankan tugas MLS di Minnesota dan DC United. Ketika dia membuat keputusan berani untuk mengumumkan dirinya pemain homo, Martin adalah satu-satunya atlet pria gay secara terbuka di olahraga tingkat tinggi AS.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2022: Saatnya Balas Kalahkan Vietnam

Setelah terang-terangan membuka jati dirinya seorang homoseks, Martin mengakui ada kecemasan dalam dirinya akan dilecehkan saat berhadapan dengan penggemar. “Ada banyak kecemasan dan sejujurnya, saya takut melihat berapa banyak penggemar dan reaksi pemain lain di tim lain. Untuk membukanya ke olahraga yang lebih luas, itu sangat berarti bagi saya. Saya tidak yakin apa reaksinya, tetapi saya tahu jauh di lubuk hati, pada tingkat pribadi, saya siap untuk berbagi berita,”kata Martin kepada US Sun.

Martin, gelandang tangguh yang tumbuh di Chevy Chase, ML, adalah mantan pemain internasional U-20 USMNT. Dan dia sama senangnya dengan penggemar sepak bola AS mana pun untuk melihat Stars & Stripes karya Gregg Berhalter mencapai final November ini di Qatar.

Tapi homoseksual laki-laki tetap menjadi kejahatan di negara ini, dengan hukuman penjara untuk hubungan sesama jenis selama tujuh tahun. Bos FIFA Giani Infantino bersikeras semua diterima di Qatar, tetapi para kritikus mengecam catatan hak asasi manusia negara itu dan kurangnya akses ke kebebasan berbicara.

Sekarang Martin belum mendapatkan cap bermain di USMNT secara penuh tetapi mengatakan dia akan pasti pergi ke Piala Dunia jika dipanggil. “Saya pasti akan pergi ke Piala Dunia jika saya dipanggil. Jelas, itu hipotetis yang ekstrem, tetapi itu akan menjadi suatu kehormatan,”ujarnya.

“Saya pikir saya akan mencoba untuk menghormati komunitas dengan cara tertentu – komunitas gay – dan saya akan melakukannya dengan hormat. Saya akan memastikan bahwa diketahui bahwa seorang pemain gay berpartisipasi di Piala Dunia, dan bahwa tidak ada masalah dengan itu dan bahwa saya perlu dihormati,”paparnya.

Baca Juga: Kehidupan Gila Damian Oliver: Jadi Bintang Film Panas, Dipaksa Pamer Kelamin

Pada tahun 2020, Qatar meyakinkan pengunjung bahwa kerajaan akan menyambut penggemar LGBTQIA+ dan mereka akan bebas mengibarkan bendera pelangi di pertandingan. Tetapi Martin ingin menekankan bahwa masalah hak asasi manusia di “berbagai tingkatan” bagi warga negara perlu ditangani.

Leave A Reply

Your email address will not be published.