Dyatlov Pass, Misteri Kematian 9 Pendaki tahun 1959 Akhirnya Terungkap di 2022!

0

Sewcazual.com – Berikut adalah artikel mengenai Dyatlov Pass, Misteri Kematian 9 Pendaki tahun 1959 Akhirnya Terungkap di 2022! yang kami rangkum dari kaskus, silahkan disimak . dan jangan lupa di share ya tentang Dyatlov Pass, Misteri Kematian 9 Pendaki tahun 1959 Akhirnya Terungkap di 2022!

Dyatlov Pass, Misteri Kematian 9 Pendaki tahun 1959 Akhirnya Terungkap di 2022!

Insiden ini terkenal dengan nama Dyatlov Pass Incident. Terjadi di tanggal 2 Februari 1959 di kaki gunung sebelah timur dari pegunungan yang bernama Kholat Syakhl di Russia. By the way, nama “Kholat Syakhl” memiliki arti sebagai “Mountain of Death”. Insiden ini diberi nama Dyatlov diambil dari seorang leader pendaki yang beranggotakan 9 orang termasuk Dyatlov sendiri yang tewas di tahun 1959.

Satu group ski dengan total 10 orang termasuk seorang leader yang bernama Igor Dyatlov dan dua wanita ini mendaki melewati bagian utara Ural. Mereka berangkat dari perkampungan di Vizhai pada 27 Januari, menuju Otorten, desa lain di pegunungan tersebut. 

Quote:

Mostly group ini terdiri dari mahasiswa Ural State Technical University, dan mereka sudah berpengalaman untuk ski dan mendaki gunung. Jalur yang mereka lewati termasuk ke “level III”, the most difficult, tapi itu sangat terkenal dan ada dalam peta.

Seorang anggota group, dan satu-satunya yang selamat yaitu Yuri Yudin dimana ia terpaksa kembali ke Vizhai di tanggal 28 karena sakit. 

sembilan lainnya melanjutkan perjalanan dan diperkirakan karena visibilitas yang terbatas, mereka terpaksa untuk membuat kamp bayangan dalam perjalanannya ke gunung di lereng gunung Ortoten pada tanggal 2 Februari.

Pihak berwajib akhirnya menemukan jurnal dan kamera yang dapat membantu untuk mengetahui jarak waktu antara group tersebut meninggalkan Vizhai dan mendirikan tenda di sisi Kholat Syakhl.

Quote:

Video diatas berisi foto-foto dokumentasihasil investigasi dan illustrasi

Sebenarnya peristiwa di tanggal 2 Februari tidak sepenuhnya jelas. Sayangnya, group itu tidak dianggap hilang hingga tanggal 12 Februari, karena Dyatlov sebelumnya mengatakan bahwa timnya direncanakan akan kembali pada tanggal 12 Februari, dan ia juga mengatakan bahwa timnya mungkin memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan. 

Hingga keluarga dan kerabat melaporkan untuk melakukan penyelidikan pada tanggal 20 Februari. Pada akhirnya bekas tenda ditemukan pada tanggal 26 Februari, tenda dalam keadaan memprihatinkan, compang-camping dengan adanya bekas sobekan pada atap tenda, menjelaskan bahwa orang-orang didalamnya terpaksa merobek tenda untuk keluar, lalu banyaknya jejak kaki di hutan terdekat, tim juga menemukan bahwa peralatan group Dyatlov masih lengkap hingga semua pakaian masih ada di dalam tenda. Mereka juga menemukan sisa-sisa api di bawah pohon pinus. 

Tim penyidik mencatat bahwa jejak-jejak kaki tersebut mengisyaratkan bahwa mereka semua tergesa-gesa keluar dari tenda mereka dan berlari menuju salju sedalam lutut, sehingga beberapa jejak kaki yang ditemukan mengisyaratkan beberapa orang bertelanjang kaki atau tidak memakai apapun kecuali kaus kaki. 

Namun nasib berkata lain, yang ditemukan selanjutnya sangat mengejutkan, ditemukan dua mayat sedang meringkuk yaitu Yuri Krivonischenko dan Yuri Doroshenko.

Tim investigasi menemukan 3 mayat lagi diantara pohon dan perkemahan termasuk Dyatlov. Posisi mayat tersebut memperlihatkan bahwa mereka ingin kembali ke perkemahan, namun masing-masing meninggal sebelum mereka mencapai perkemahan. 

Salah satunya, Rustem Slobodin, tengkoraknya retak, meskipun dokter menyatakan itu non-fatal, dan investigasi kriminal ditutup setelah dokter memutuskan kelimanya meninggal karena hipotermia. Sisa empatnya tidak ditemukan, hingga dua bulan kemudian yaitu tanggal 4 Mei 1959, empat mayat ditemukan dibawah tumpukan salju sedalam 4 meter dekat dengan jurang dan agak jauh dari perkemahan melewati pohon pinus. 

Berbeda dari 5 mayat sebelumnya yang tidak memperlihatkan luka parah, kondisi empat mayat ini terlihat sangat mengerikan. Tiga mayat mengalami luka yang serius, Nicolas Thibeaux dan Brignollel tengkoraknya retak. 

Alexander Zolotariov dan Ludmila Dubinina ditemukan dengan lidah dan mata mereka hilang serta tulang rusuk mereka hancur. Tidak ada tanda ataupun bukti yang ditemukan di sekitar 4 mayat tersebut selain mereka sendiri, dan tidak ada tanda perlawanan fisik. Dari keadaan fisik mayat tersebut terlihat seperti mereka sehabis tabrakan hebat, tapi itu sangatlah tidak mungkin.

Keanehan lainnya, keluarga dan kerabat korban berkata bahwa pendaki ini tidak biasanya memiliki kulit yang berwarna orange. 

Sangat tidak biasa ditemukan juga besi tua di area ditemukannya mayat tersebut, dan ini kemungkinan sisa latihan militer. Terlihat adanya penampakan “bola” yang dilaporkan berada di daerah, seperti UFO, setelah di observasi oleh ahli meteorologi & pengamat militer. Selain itu, nomor 9 seperti memainkan peran – dari mitos rakyat Mansi mengklaim bahwa ada 9 orang yang meninggal di gunung. Sembilan orang tewas dalam kecalakaan pesawat tidak jauh dari tempat kemah tim Dyatlov di tahun 1991. 

Dan anehnya lagi, empat mayat yang ditemukan terakhir ini memakai pakaian/peralatan lebih lengkap daripada lima mayat yang ditemukan sebelumnya. Jadi tampaknya mereka telah mengambil pakaian dari teman mereka yang mungkin telah mati lebih dahulu dari mereka, dan kemudian melanjutkan perjalanan tanpa tujuan mereka.

 Zolotariov, misalnya, ditemukan mengenakan mantel dan topi Dubinina, sedangkan Dubinina sendiri kakinya dililit potongan celana wol dari yang dipakai temannya yang mayatnya ditemukan di pohon pinus. Untuk menambah misteri, pakaian-pakaian yang dikenakan oleh keempat orang ini mengandung radioaktif.

Pada akhirnya, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang mendorong kesembilan pendaki ini keluar dari tenda mereka pada malam mematikan dingin di tahun 1959. Serangan asli Mansi dan militer yang tampak menutup-nutupi kasus ini, terlebih kurangnya jejak dan bukti yang kuat dari para pendaki ini.

Apa yang membuat kesembilan pendaki ini ketakutan, padahal semuanya berpengalaman, dan apa yang menyebabkan luka sehingga menewaskan tiga dari empat orang yang ditemukan di jurang? Mengapa lidah satu wanita dipotong? Semuanya serba ganjil dan aneh, dokumen yang berkaitan dengan kasus itu disegel setelah kasus tersebut dinyatakan ditutup, dan tidak pernah dibuka sampai sekitar tahun 1900-an.

Ivanov adalah orang yang pertama kali menemukan bahwa tubuh dan pakaian yang ditemukan semua radioaktif, dan mengatakan bahwa Geiger counter (detektor radiasi) yang dibawanya berbunyi menggila di lokasi sekitar perkemahan.

Dia juga mengatakan bahwa para pejabat Soviet mengatakan kepadanya pada waktu itu untuk menutup kasus tersebut, meskipun ada laporan bahwa “bola” terbang terang telah dilaporkan di daerah tersebut pada bulan Februari dan Maret tahun 1959.

Skenario yang lebih sederhana dan mungkin terbaik adalah: Para pendaki terkubur di longsoran salju, dan dalam keadaan hipotermia delirium, bergegas pergi mencari bantuan. Longsoran salju yang sangat kuat, kemungkinan bisa mengakibatkan jenis trauma yang beberapa dari pendaki tersebut alami. 

Namun sangat disayangkan kasus ini begitu cepat ditutup dan tanpa ada kejelasan yang masuk akal. Yuri Yudin ingin tahu mengenai kejadian tersebtu, dia akan menjawab, “Jika aku punya kesempatan untuk bertanya kepada Tuhan, hanya satu pertanyaan, yaitu ‘apa yang sebenarnya terjadi kepada teman saya malam itu?'” Sungguh sangat disayangkan mengingat betapa bahagianya tim Dyatlov ini di dalam foto sebelum insiden itu terjadi. Semoga kasus ini dapat dibuka dan di selidiki kembali sehingga menjawab pertanyaan masyarakat apa yang sebenarnya terjadi di hari itu?

Source: http://magitpratiwi.blogspot.com/2015/08/dyatloff-pass-incident.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.