Duh, Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jateng, Bakal Jadi Wabah Global Lagikah?

0

Sewcazual.com – Berikut adalah artikel mengenai Duh, Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jateng, Bakal Jadi Wabah Global Lagikah? yang kami rangkum dari kaskus, silahkan disimak . dan jangan lupa di share ya tentang Duh, Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jateng, Bakal Jadi Wabah Global Lagikah?

Hai semua

emoticon-Hai

Selamat pagi

Duh, Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jateng, Bakal Jadi Wabah Global Lagikah?
klikdokter.com

Pagi ini pas baca-baca berita, ane dapat kabar kalau ditemukan satu suspek pasien cacar monyet di Jawa Tengah. Keberadaan pasien ini juga udah dikonfirmasi langsung sama Kemenkes melalui juru bicara mereka Mohammad Syahril. Kabarnya pasien yang berusia 55 tahun ini bukan pelaku perjalanan luar negeri. Jadi, dia tertular cacar monyet di Indonesia. Gak tau tuh dari mana dan dari siapa terkontaminasinya. Sekarang si pasien sedang diisolasi di salah satu rumah sakit swasta di Jateng untuk dicek labor, apakah ini bener cacar monyet atau cacar biasa tanpa monyet.

Etdaaah! Ada-ada bae ya, Gansis. Kasus Covid aja belum tuntas – malah makin banyak variannya kayak kopi Starbucks – eh, kita udah dihadapin sama kasus cacar monyet yang kabarnya dapat menular dari manusia ke manusia. Btw, ane mau ceritain dikit ya tentang cacar monyet ini biar kita bisa lebih aware dan gak tertular.

Duh, Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jateng, Bakal Jadi Wabah Global Lagikah?
hops.id

Sesuai namanya, cacar monyet alias monkeypox ini emang sedikit berhubungan sama monyet, Gansis. Virusnya udah ditemuin sejak zaman baheula, yakni tahun 1958 yang diteliti di sebuah laboratorium di Kopenhagen, Denmark. Virus ini terdeteksi pada seekor monyet yang diimpor dari Singapura. Fakta ini udah dikonfirmasi oleh Sagan Friant, antropolog di Pennsylvania State University. Tapi ya Gansis ya, monyet bukanlah sumber awal virus ini. Si virus kemungkinan berasal dari hewan pengerat atau hewan-hewan lainnya yang masih agak misteri.

Mungkin udah ada orang yang tertular cacat monyet sebelum tahun 1970. Namun, yang terlapor dan terdokumentasi adalah, bahwa kasus pertama terjadi pada seorang bayi sembilan bulan di Kongo. Bayi itu dinyatakan meninggal di rumah sakit dalam masa perawatan. Kemudian pasiennya terus bertambah dari tahun ke tahun, yakni 70 kasus di 2003.

Namun sejak Mei 2022 kemarin, isu cacar monyet kembali merebak setelah banyaknya pasien yang terdeteksi telah terinfeksi virus ini. Hal ini langsung menjadi isu global dan langsung dianggap serius sama WHO mengingat virus ini dikonfirmasi dapat menular antar manusia, dan juga berkaca pada wabah cacar yang sempat menghantui dunia bertahun-tahun lalu. Guna menghindari resiko terburuk, WHO pun gembor mengsosialisasikan perkara kasus ini agar semua orang tahu dan paham.

Duh, Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jateng, Bakal Jadi Wabah Global Lagikah?
m.republika.co.id

Infonya nih, seseorang dapat merasakan gejala cacar monyet setelah 7-21 hari sejak terinfeksi. Misal Agan kontak sama pasien cacar monyet hari ini. Nah, 7 hari kemudian baru kerasa gejalanya. Adapun gejalanya adalah sebagai berikut:

• Demam
• Sakit kepala
• Nyeri otot dan sendi
• Kelelahan
• Sakit pinggang
• Meriang
• Adanya pembengkakan kelenjar getah bening

Barulah 3 hari setelah muncul gejala, timbul ruam di seluruh tubuh. Ruam itu kayak luka melepuh dan bernanah serta gatal dan kemerahan. Duh, nggak banget, kan, Gansis?! Nah, ciri khas dari penyakit ini adalah selalu terjadi pembengkakan kelenjar getah bening (kalau pada cacar biasa tanpa monyet jarang terjadi).

Walau mudah ditularkan – yakni sesimpel kontak langsung dengan penderita atau bahkan dengan menyentuh sesuatu yang sudah disentuh penderita – virus ini dikabarkan tidak semematikan Covid-19. DNA-nya juga terdeteksi stabil sehingga kecil kemungkinan untuk bermutasi dan melahirkan varian baru yang lebih berbahaya dan gampang menular.

Ya, walaupun gak bikin mati (ada sih yang mati gara-gara virus ini), tetap aja, kan, terjangkit cacar bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Apalagi cacar monyet yang kata BBC adalah penyakit yang melelahkan. So jaga diri aja Agan dan Sista! Usahakan buat gak nyentuh barang random kalo di tempat umum. Ingat, bawa terus hand sanitizer biar aman.

Oiya, info lainnya nih, 98% dari penderita cacar monyet di 16 negara adalah gay, dan DNA virus ini terdeteksi di air mani penderitanya. Tapi, berdasar hasil studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine tersebut, belum ada hasil pasti yang menyatakan bahwa hubungan seksual bisa menyebabkan penularan cacar monyet lebih cepat atau tidak. Bisa jadi ini hanya penyakit komunitas tertentu, yakni, saat seseorang tanpa sadar tertular lalu menularkannya pada orang lain, dan kebetulan yang jadi komunitasnya adalah para gay.

Tapi entahlah, Gansis. Mau gay atau lesbian atau stright, kita dihimbau untuk tetap jaga diri biar virus ini gak menyebar dan mewabah kayak Covid-19. Repot kita jadinya!

Kabarnya juga nih, Ikatan Dokter Indonesia udah mendesak pemerintah buat lebih gencar melakukan antisipasi virus ini, semisal dengan memperketat skrining tes di pintu-pintu masuk Indonesia. Mereka pun juga udah bikin satuan khusus yang akan menangani kasus cacar monyet biar cepat tertangani.

Ya, begitulah, Gansis. Tetap jaga kesehatan dan kebersihan. Semoga kita gak tertular cacar monyet atau cacar biasa tanpa monyet atau penyakit lainnya. Aamiin.

Sekian

| serbaserbi.com |

Terima kasih sudah mampir

Kasih cendol dan rate juga, ya, Gansis!

Sumber: 1, 2, 3

Leave A Reply

Your email address will not be published.