Di Sidang, Ketua Dewan Adat Dayak Sebut Laporkan Edy Mulyadi untuk Cegah Amarah Warga

0

Merdeka.com – Merdeka.com – Ketua Dewan Adat Dayak, Kabupaten Penajam Paser Utara, Helena menceritakan banyaknya desakan dari warga untuk mendesak dirinya melaporkan pegiat media sosial Edy Mulyadi atas ucapan ‘Jin Buang Anak’ yang dirasa menghina masyarakat Kalimantan Timur.

Desakan itu disampaikan Helena, saat ditanya majelis hakim terkait reaksi masyarakat atas ucapan Edy Mulyadi. Ketika dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi dalam perkara dugaan ujaran kebencian.

“Sangat banyak pak terutama di medsos, banyak demo, banyak reaksi masyarakat untuk turun jalan dan minta kami untuk melaporkan (Edy Mulyadi),” kata Helena saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (5/7).

Karena desakan dari masyarakat itu, Helena mengaku jika langkahnya mempolisikan Edy untuk meredam rasa kemarahan dan gelombang demonstrasi warga, meski belum terjadi.

“Jadi tujuan kami melapor untuk meredam amuk massa ini kewajiban diminta tokoh adat agar tidak ada reaksi berlebihan dari masyarakat,” tuturnya.

“Tetapi belum terjadi amuk massa?” tanya hakim.

“Hampir terjadi kalau kami gaj melaporkan,” timpal Helena.

Selain rencana gelombang aksi unjuk rasa, lanjur Helena, juga ada warga yang mencoba untuk mencari Edy Mulyadi sendiri. Hingga sempat mendatangi kantor Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setempat. Karena melihat riwayat Edy Mulyadi yang pernah menjadi caleg partai tersebut di tahun 2014.

“Reaksi masyarakat warga ingin mencari pak Edy sendiri, kemudian dikaitkan pak Edy orang PKS. Karena Edy pernah caleg PKS, makanya masyarakat sempat mau ke Kantor PKS,” sebutnya.

Meski, Helena mengaku jika gelombang protes kepada Edy cukup ramai di masyarakat. Namun hal itu tidak sampai terealisasi karena dirinya langsung melaporkan Edy ke pihak aparat penegak hukum.

“Karena sudah melapor tidak ada. Ada demo setelah kami Polda (Kaltim) Senin, terus Rabu nya juga ingin buat laporan yang sama, jadi Rabu kami buat laporan di Polres PPU (Penajam Paser Utara),” kata dia.

“Mendesak kapolri proses secara hukum Edy Mulyadi atas dugaan ujaran kebencian dan menghina PPU. Kedua untuk segera kapolri memanggil Edy untuk diproses hukum adat kami sangat tersinggung atas ucapan Edy Mulyadi,” tambah dia. [eko]

Leave A Reply

Your email address will not be published.